Sedang Reyvan. Pria itu mengibas kerah kemejanya karena gerah campur risih. Ide gila demi citra, tapi resikonya tinggi. Dia yang sudah pensiun jadi playboy, kini malah harus menebar pesonanya. "Resort ini, bangunan apartemen mewah di pusat kota, dan hotel bintang lima. Kamu benar-benar pria idaman. Aku jadi selingan saja sudah beruntung." Satu wanita mengerling. "Heyy, antri. Aku duluan yang duduk di sini. Pak Rey ini sangat profesional, bahkan dalam bermain wanita pun dia pakai jadwal. Iya, kan, Bos ...." Tangan wanita itu menyambar dada Reyvan. Tapi, Reyvan cepat menghindar. "Ehem! Sorry!" Tangannya menepis pelan. Di sana, Amber mengutuk suaminya. "Lihat, Irish. Dia memegang dada suamiku dan anehnya, Reyvan malah tersenyum dan memegang tangan wanita itu. Dia harus direndam pakai air mawar semalam, biar aura jahat wanita itu hilang dari tubuh suamiku nanti. Awas, kamu, Rey! Bisa-bisanya cari selingan!" Kini Reyvan sedang tertawa kecil, berusaha bertahan. Dia juga melirik ke semb
Last Updated : 2026-01-05 Read more