Beberapa saat kemudian, Alisa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia sedikit kesulitan berjalan mengingat kakinya cukup pegal akibat aktivitas semalam. Untuk menuruni anak tangga pun, Alisa melangkah dengan penuh kehati-hatian. Bi Mirna yang sedang membereskan ruang tengah langsung tergopoh-gopoh menghampirinya. “Selamat pagi, Bi,” sapa Alisa dengan senyum cerahnya. “Nona Alisa baik-baik saja?” tanya Bi Mirna dengan nada sedikit khawatir. Pandangannya mengarah pada kaki Alisa. Mengikuti arah pandang Bi Mirna, Alisa seketika meringis pelan. Sebisa mungkin dia berjalan dengan langkah tenang. “Tentu, aku baik. Tapi, Dirga demam pagi ini, Bi. Tolong buatkan bubur dan sup hangat, ya,” beritahu Alisa salam satu kali ucapan. Mata Bi Mirna membola. “Ya ampun, Tuan Dirga sakit?” Air wajahnya tampak panik. “Perlu dibawa ke rumah sakit sekarang?” Kepala Alisa menggeleng cepat. “Kalau demamnya tidak turun, kita bawa Dirga ke rumah sakit. Untuk sekarang, biar aku yang tangani du
Terakhir Diperbarui : 2025-12-24 Baca selengkapnya