Home / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 124 Saudara?

Share

Bab 124 Saudara?

last update publish date: 2025-12-08 23:59:14
Cengkraman di kerah baju Dirga perlahan melonggar seiring Argus mulai menarik tangannya dari sana dengan cara yang agak kasar.

Dia terkekeh sinis. “Tidakkah hanya dengan melihat wajah Alisa, kamu seharusnya bisa mengenalinya, Dirga?”

Sorot mata Argus tampak dingin selaku seseorang yang ternyata telah mengenal Dirga di masa lalu. Meskipun Dirga memiliki hubungan dekat dengan putra laki-lakinya, tak menjadikan Argus bersikap ramah pada pria muda di hadapannya ini.

Hampir lima tahun tak pernah m
catatanintrovert

Aaaaaa agak greget yaaa. Kayaknya kalau pembaca dari series sebelumnya (P3) mungkin udah tau sosok Argus ini siapa, tapi semoga cukup menjelaskan juga ke pembaca baru tentang siapa gerangan Argus ini

| 13
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Subaida
cerita nih bersangkut paut dgn posesif presdin dingin rugya dgn Natasha dan Claudia
goodnovel comment avatar
wardah
pantesan aku g mudeng ,, aku sampe baca ulang siapa itu Aruna siapa itu Argus ......... ternyata ada di buku lain to
goodnovel comment avatar
St Qory
penasaran,,huhuhu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 150 Jurus Terakhir & Pemberitahuan Hiatus

    Dirga pernah mendengar satu hal bahwa dua orang yang berjodoh memiliki kemiripan, entah dari fisik maupun hal-hal lain. Ucapan Alisa yang satu itu terus menempel di benaknya. Sesuatu yang nyaris tidak pernah Dirga pikirkan sebelumnya. Jadi, kemiripan apa yang dimiliki keduanya? Sementara Dirga sendiri merasa dia dan Alisa memiliki banyak perbedaan. "Hei." Panggilan lembut itu menyadarkan keterdiaman Dirga. Pria itu saat ini berdiri di ambang pintu kamar dan mata hitam legamnya menatap lurus pada Alisa yang tampaknya sudah siap dengan menenteng tasnya. Usai membicarakan gantungan ponsel Alisa yang hilang, keduanya sempat sarapan bersama Larissa, Anton, dan juga Clarissa. Meski yah, suasananya masih terasa sedikit canggung karena Clarissa terlihat belum bisa berinteraksi bebas dengan Alisa. Akan tetapi, suasana meja makan tadi terasa hangat. Dirga bisa melihat sendiri bagaimana Alisa berusaha mendekati putri kecil Sam itu secara perlahan. "Kamu tidak sakit lagi ‘kan?" tan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 145 Sudah Apa?

    A/n: Tentang tiba2 ada Leo di kamar Alisa …, . . Itu . . April Mop he he he. Sowyyy **** ‘Hahhhhhhh.’ Alisa mengembuskan napas panjang sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Itu benar-benar sama buruknya ketika dia memimpikan malam kematian orang tuanya. Mengingat apa yang Leo ucapkan di dalam mimpi memang mengerikan. Menyingkirkan … Dirga? Oh, tidak. Napas Alisa sedikit tersengal dan bulir-bulir keringat sebesar biji jagung membasahi keningnya. Rasa cemas dan takut bercampur menjadi satu. Dia juga tak mengerti, kenapa bisa memimpikan hal tersebut. ‘Apa karena cerita Kak Erick?’ pikirnya yang merasa langsung terhubung kesana. Mata besarnya terpejam lalu kembali terbuka. Dia masih berusaha mengatur napasnya sambil menyadari bahwa dirinya masih berada di kamar Dirga. Demi memastikan itu semua hanyalah bunga tidur, kepalanya menoleh ke sisi sebelah tempat Dirga berbaring tadi malam. Alih-alih pria itu ada di sana, Alisa menemukan sisi ranjang tidurnya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 128 Dipat-pat

    Halmonie, aku mau bicara dengan Uncle!” Suara rengekan seorang bocah perempuan di seberang sana sontak menarik perhatian Alisa. Dalam hitungan detik, rasa malunya menguap, tergantikan dengan rasa penasaran mendengar suara lembut itu. Masih menenteng kotak P3K, Alisa melangkahkan kaki mendekat ke a

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 130 Hubby, Please

    Alisa tak sempat berpikir lebih lama ketika suara Sam kembali mengudara. “Alisa, tidak ingin melihat kadonya?” Pria itu menatap ke arahnya lantas menatap Dirga lalu menambahkan, “Aku rasa kalian berdua akan menyukainya.” Hal itu sukses membuat rasa penasaran Alisa melambung tinggi. Mungkin hadiah

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 129 Kedatangan Sepupu Dirga

    Ucapan Dirga yang terakhir kali terus menempel di dalam kepala Alisa bahkan setelah enam jam berlalu. ‘Memangnya apa yang sudah aku lakukan?’Ketika Alisa menanyakan maksud lebih jelasnya, Dirga hanya menjawab singkat, “Lupakan.”Suaranya terdengar dingin diakhiri dengusan pelan. Pun tepukan pelan

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 119 Melakukan Itu?

    Mendengar itu, wajah Alisa terasa memanas. Dia khawatir jantungnya akan meledak karena detaknya sangat tidak bisa dikendalikan.Memberanikan diri, Alisa bertanya dengan nada suaranya yang terdengar sedikit serak. “Kamu mau kita melakukan itu?” todongnya to the point.Alisa hanya mencoba menerjemahk

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status