--Happy Reading-- “Ternyata, kalian ada Afair, huh?” tuduh Satria, tanpa melepas tatapan matanya ke arah kami. “Aku tidak menyangka, seorang gadis yang aku sukai selama ini, tidak ubahnya seperti sampah yang suka berselingkuh,” hardiknya dengan berapi-api. “Apa maksud ucapanmu, brengseek? Jangan asal menuduh, kamu!” Mas Adam mulai tersulut emosi, mencengkram kerah baju Satria dengan kasar. Hampir-hampir, mas Adam melayangkan tinjunya ke wajah Satria, kalau tidak segera aku tahan. Mas Adam tidak terima, Satria berani menghinaku. “Jangan, Mas Adam! Ini hanya salah paham. Lepaskan tanganmu, darinya!” sergahku, melerai. Mas Adam menoleh ke arahku, dengan tatapan bingung. “Salah paham? Apa maksudmu, Sayang?” tanya Satria, akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dari baju Satria. “Cuih… salah paham dari mana, Anna? Apa kamu masih bisa berkilah, setelah aku membeberkan kelakuanmu yang sebenarnya, huh?” dengkus Satria, sedikit menjauh dari
Terakhir Diperbarui : 2025-07-28 Baca selengkapnya