--Happy Reading--“Non, kata Tuan Muda, Non Anna disuruh ke kantor setelah pulang kuliah,” ujar Pak Memet, saat baru saja mobil bergerak dari gerbang kampus.Aku hanya mengulum senyum, lalu mengangguk. Aku ingat, pesan Mas Adam tadi pagi yang memintaku untuk mampir ke kantornya.“Saya senang, hubungan Non Anna sama Tuan Adam semakin dekat, sekarang,” ucap Pak Memet mengulum senyum.“Alhamdulilah, Pak Memet.”“Alhamdulilah,” ucap Pak Memet mengikuti.Setelah menempuh perjalanan hampir dua puluh menitan, mobil kami pun masuk ke dalam perkantoran percakar langit yang sangat besar dan luas.Aku berdecak kagum, untuk pertama kalinya menginjakkan kakiku di depan gedung kantor Mas Adam. “Woow… inikah kantornya Mas Adam, Pak?”“Ya, Non. Ini Perusahaan Tuan Adam, yang berarti Perusahaan Non Anna juga,” jelas Pak Memet. “Oh, iya. Non Anna belum pernah ke sini ya, sebelumnya?”Aku menggeleng. “Belum, Pak.”Pak Memet tersenyum tipis, lalu bergegas turun d
Terakhir Diperbarui : 2025-08-01 Baca selengkapnya