“Kamu sudah tahu kesalahanmu?” tanya Erlangga dengan suara berbisik di telinga Mirna. Mirna menganggukkan kepalanya lalu menoleh dan membuka bibirnya agar Erlangga melumatnya. Sambil melumat bibir satu sama lain, Erlangga kembali menggoyangkan bokongnya untuk memberikan kepuasan pada Mirna. “Ah, ah, Er, aahh, sangat nikmat sekali, aku suka caramu melakukannya, aaaaahhh, aaaahhh, terus Er, aaahhh!”“Hukuman yang aku berikan untukmu malah membuatmu senang, Mirna kamu gadis yang sangat nakal dan liar!” desis Erlangga sambil menggenjot lubang intim Mirna dengan lebih kasar dan cepat.Mirna mengelus lengan Erlangga, cairan kepuasannya terus mengalir dan meleleh di lantai.“Er, engh, tapi kakiku sakit sekali, awh, ah, ah, Er.” Ujarnya sambil mengerjap nikmat.“Kalau begitu sekali lagi saja, setelah ini bersihkan tubuhmu dan aku tunggu kamu di ruang makan!” pesan Erlangga. Tidak lama setelah itu Erlangga mengerang nikmat, Erlangga menumpahkan cairannya di dal
Baca selengkapnya