“Aku akan menjadi suami sempurna yang tidak pernah melupakan nafkah lahir dan nafkah batin, aku juga tahu gairahmu di atas rata-rata, daripada melihatmu mencari kepuasan lain aku lebih suka melakukan hubungan badan sesering mungkin! Apalagi sampai ditinggalkan berselingkuh olehmu! Jangan harap akan ada kesempatan itu, Mirna!” bisik Erlangga sambil terus berpacu dengan hentakan cepat.Mirna memeluk punggung Erlangga dengan erat lalu menatap kedua mata Erlangga yang masih menatapnya dengan marah. “Mmmhh, Er, awh, Er, mmhh, ngghhh,” Mirna menggeser bokongnya sambil mengusap lembut punggung Erlangga. Mirna tahu niat Erlangga adalah untuk memanjakannya bukan untuk memenjarakannya di rumah.“Kamu suka?” bisik Erlangga sambil meremas buah dada Mirna yang montok.“Aku mengerti, kamu terlalu mencintaiku, sshhh, Er, emmmhhh, sshhhh. Er, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk selingkuh,” balas Mirna dengan suara tersendat di sela desahan nikmatnya.“Sudah mulai basah,
Terakhir Diperbarui : 2026-03-21 Baca selengkapnya