“Nona? Nona Mo,” pelayan tersebut berusaha membantunya bangun lalu memapahnya ke dalam. Sejak kembali dari luar negeri Monata terlihat sangat menyedihkan, dia baru pulih beberapa waktu dan sekarang sudah terlihat menyedihkan lagi. “Erlangga? Di mana Erlangga? Kenapa kamu yang membantuku?” tanyanya sambil menggelengkan kepalanya lantaran pandangan matanya terlihat kabur. “Nona Mo, tenanglah, saya akan mengantar Nona istirahat dulu di kamar,” bujuknya. “Ti-tidak, aku tidak mau! Ke mana Erlangga? Dia pergi begitu saja? Erlangga sudah berjanji padaku, dia tidak mungkin pergi meninggalkanku begitu saja, aku tidak percaya, aku tahu dia sangat mencintaiku!” ucapnya. Pelayan sudah mengantarkannya ke kamar, Monata dibantunya rebah di atas ranjang lalu dia selimuti. Monata membuang selimutnya ke samping lalu mengoceh dengan mata terpejam sambil menunjuk langit-langit kamarnya. Monata merasa Erlangga sedang berdiri di sana menatap dirinya. Nam
Terakhir Diperbarui : 2026-06-10 Baca selengkapnya