“Jika demikian, kenapa kamu masih menggoda pria lain? Mereka semuanya Tuan Muda dari kediaman keluarga kaya! Mirna, kamu membuatku frustasi! Jangan larang aku untuk menghukummu!” jawab Erlangga sambil menurunkan tubuh Mirna di kursi lalu melumat bibir Mirna sebentar sambil mengusap lembut lubang intim Mirna di dalam roknya melalui belahan samping. “Mmhh, ngghh, enggh, enggh, mmhh,” Mirna memejamkan matanya dan masih memeluk tengkuk Erlangga.“Sudah basah begini masih menolak untuk aku setubuhi?” tanya Erlangga sambil menjilati jemari tangannya sendiri yang basah dengan cairan dari lubang vagina Mirna.“Er, aku serius, aku sangat lelah sekali. Malam ini aku keluar karena ingin menikmati hidangan segar,” Mirna kembali merengek sambil menyentuh tangan Erlangga agar Erlangga tidak menghukumnya lagi malam ini. Erlangga tidak menjawab tapi pria itu sedang membuka buku menu dan mulai memilih hidangan. Mirna menggigit bibir bawahnya sendiri, bahkan saat makan malam Er
Baca selengkapnya