Sudah sebelas bulan sejak Liora terbaring tanpa membuka mata. Dan selama itu pula Zevariel tidak pernah meninggalkan sisi Liora, dia menunggu.. menunggu kekasihnya membuka mata.Wajah Zevariel tampak lelah dengan lingkar hitam di bawah matanya yang terlihat semakin pekat. Setiap kali menatap Liora yang tertidur dengan lelapnya, ekpresinya selalu lembut. Seolah kehadiran Liora, meskipun dia hanya terbaring, mampu menenangkan kegelisahan dalam hatinya."Haruskah aku senang Liora? Setidaknya kau tidak pergi dari sisiku, setidaknya kau.. masih bernafas."Zevariel menunduk di samping ranjang Liora, bahunya bergetar pelan."Maaf Liora, buku-buku favoritmu semakin lusuh karena setiap hari kubacakan untukmu. Dan.. maaf karena aku menangis, air mataku jadi membasahi bukumu. Maafkan aku.. Liora, bangunlah dan marahi aku.." ratap Zevariel.***Keesokan harinya, Zevariel masih duduk di sana, selalu duduk di sana. Seperti kemarin, lusa, dan sebelumnya. Tidak terlewat sehari pun sejak Liora tidak s
Last Updated : 2025-11-23 Read more