Morgan melangkah maju tanpa ragu. Telapak tangannya dia letakkan di atas permukaan buku itu. Simbol naga putih yang terukir di sampulnya menyala terang, cahayanya merambat seperti urat cahaya hingga ke lengan Morgan.Morgan merasakan panas di lengannya, seperti terbakar. "Ukh.." Morgan menahannya, keringat mengalir di pelipisnya. Panas, semakin panas.Liora menatap Morgan panik, dia terlihat kesakitan."Morgan.. hentikan saja.." pinta Liora.Morgan tidak menoleh. Jika dia melihat Liora sekarang, wajah Liora yang memelas, dia takut hal itu akan melemahkan tekadnya. Tidak boleh, dia tidak boleh menyianyiakan kesempatan ini. Kesempatan baginya untuk melindungi Liora, satu-satunya wanita dalam hidupnya. Tidak, lebih tepatnya.. keberadaan Liora sendiri adalah hidupnya, dunianya, segalanya bagi Morgan."Rasa panas yang menjalar di tubuhmu adalah tanda bahwa Black telah mengikat jiwamu. Sekarang ucapkan sumpahmu." perintah Luzark."Saya bersumpah." ucap Morgan tegas. "Atas nama jiwa dan kehe
Last Updated : 2026-01-16 Read more