Home / Romansa / The Werewolf's Bride / Bab 176. Seorang Adik

Share

Bab 176. Seorang Adik

last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-22 18:49:15

"Hei, jangan dekat-de.." protes Liora.

"Sssstt.. jangan protes Lio, aku tahu siapa itu." Leonel menyeringai. "Lelaki yang melamarmu."

"Hah? Zevariel?" tanya Liora pelan.

"Pfftt.. ayo kita kerjai dia. Liora aku akan berpura-pura membisikkan sesuatu padamu. Kau tertawalah."

"Anda terlalu kekanakan.. Pfftt.." Liora tertawa, nmaun bukan karena lucu atau apa, dia geli.

"Nah begitu, tertawamu terlalu alami. Hei hei wajahnya memerah. Bagaimana ini.. uukh.." bahu Leonel bergetar menahan tawa, dia lalu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • The Werewolf's Bride   Bab 193. Monster

    Sejak pagi yang menghebohkan seluruh istana, banyak mata yang semakin memperhatikan gerak gerik sepasang pemeran utama dari rumor tersebut. Sarah dan Luzark.Mereka semua memperkirakan kemana arah politik dari kekaisaran Luminous."Bawa dia," ucap Luzark tegas."Itu.. sulit Luz, kaulah yang paling tahu. Dia bisa mengamuk seperti banteng kelaparan jika aku menyuruhnya pulang bersamaku," sesal Leonel."Kapan kau kembali?""Lusa, aku sudah terlalu lama meninggalkan kekaisaran.""Nah, bawa bantengmu itu sekalian. Jika tidak bisa baik-baik, bawa paksa saja," ujar Luzark, terlihat kantong mata di bawah matanya."Pfft.""Kau tertawa? Apa ini lucu bagimu?" Luzark mendengus, saat ini ia merasa sangat kesal."Tidak, hanya saja.. aku ingin memperingatkanmu. Ini bisa jadi senjata makan tuan.""Apa maksudmu? Sarah jadi berbalik membenci dan menyerangku?" Luzark menaikkan sebelah alisnya. "Yah.. itu lebih baik.""Dasar bodoh.""Kenapa tiba-tiba mengataiku bodoh, dasar pria tua.""Wah wah, lihatlah

  • The Werewolf's Bride   Bab 192. Sebuah Rumor

    Pelayan-pelayan lain menunduk, bahu mereka bergetar menahan tawa."Tuan Putri, tampaknya Tuan Morgan mencurahkan seluruh kasih sayangnya tadi malam," ujar salah satu dari mereka dengan nada polos. "Sekali lagi, selamat, Tuan Putri."Liora menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dasar Morgan menyebalkan, aku sangat malu," gumam Liora."Jangan katakan pada siapa pun tentang ini ya," pinta Liora"Tentu saja, Tuan Putri."Namun, beberapa menit kemudian, kabar bahagia itu sudah menyebar secepat angin di seluruh Istana Luminous.Meski begitu, ternyata itu bukanlah hal yang paling menggemparkan pagi ini.Di sisi lain istana, Elbaf berjalan cepat menuju kamar Luzark sambil membawa setumpuk dokumen."Waktu pertemuan tinggal satu jam. Kalau Yang Mulia tidak segera bangun, bisa-bisa beliau terlambat."Tanpa banyak berpikir, ia membuka pintu kamar Luzark, berniat membangunkan tuannya itu, seperti yang selama ini ia lakukan.Tapi saat memasuki kamar yang berantakan itu, Elbaf seketika berdiri memat

  • The Werewolf's Bride   Bab 191. Pengantin Baru

    Jari-jari Liora refleks mencengkeram bagian depan pakaian Morgan. Napasnya tercekat ketika ciuman itu semakin dalam.. membuat lututnya terasa lemas. Tubuhnya tersentak bagai terkena aliran listrik.Saat Morgan akhirnya memberi ruang, Liora terengah pelan, pipinya memerah sampai ke telinga."Morgan..." bisik Liora, ia protes di sela napasnya. "Aku... kehabisan napas."Morgan menatap Liora dengan wajah menyebalkannya dan tersenyum puas. Lalu mengusap lembut bibir Liora."Manis. Enak."Liora membelalak."Enak apanya?" sahutnya seraya memalingkan wajahnya malu."Mau coba sesuatu yang lebih menyenangkan?" bisik Morgan parau."Tidak mau.""Benarkah?" Morgan menyelipkan rambut Liora ke belakang telinganya. "Tapi..." jemarinya menelusuri garis wajah Liora.Liora sontak menutup matanya."...tubuhmu bereaksi sebaliknya tuh," goda Morgan."Kau itu serigala atau rubah?"Hal pertama yang Liora lihat saat membuka mata adalah wajah Morgan dengan sorot matanya yang sayu."Aku suamimu." Morgan mendeka

  • The Werewolf's Bride   Bab 190. Kematian Zevariel

    Liora melangkah mendekat, lalu menarik ujung lengan kakaknya seperti saat mereka kecil."Kakak... tolonglah, kabulkan permintaanku kali ini."Luzark menoleh dengan wajah kesal. "Kau curang, Lio. Jangan gunakan cara itu. Beraninya kau membujukku dengan wajah imut dan mata kucingmu itu.""Luz.. aku hanya bisa mengandalkanmu, kakakku satu-satunya.""Kau selalu bilang begitu jika menginginkan sesuatu, menyebalkan."Liora tersenyum kecil. "Itu karena aku tahu kakakku ini sangat menyayangiku, seperti aku menyayanginya."Kaisar agung yang ditakuti banyak negeri itu menutup wajahnya dengan telapak tangan."Aku benar-benar lemah terhadapmu."Luzark menghela napas panjang."Kalau sampai dia membuat masalah lagi, aku sendiri yang akan memburunya."Liora tersenyum lega. "Terima kasih, Kakak.""Hanya terima kasih?"Liora bangkit dan memeluk kakaknya.Luzark kembali memasang tampang konyolnya. "Kau jahat Lio. Apa kau hanya sudi mengakuiku sebagai kakak disaat terdesak seperti ini? Padahal aku hanya

  • The Werewolf's Bride   Bab 189. Mati untuk Hidup

    Di tengah lautan rakyat yang bersorak dan melemparkan kelopak bunga ke udara, mata Liora menangkap satu sosok yang berdiri jauh di tepi jalan.Sendirian.Jubah hitam menutupi tubuhnya dari kepala hingga kaki, seakan ia ingin lenyap di antara kerumunan. Namun, Liora tetap mengenalinya. Bahkan dari kejauhan. Bahkan tanpa melihat wajahnya.Liora tersenyum tipis."Semoga kau menemukan kebahagiaanmu," gumamnya lirih.Morgan menoleh. "Apa kau mengatakan sesuatu?"Liora menggeleng pelan. "Tidak.""Sungguh? Lalu apa yang kau perhatikan dengan seksama, istriku?"Luzark memutar bola matanya malas. "Hei, bisa kau lanjutkan pembicaraanmu nanti? Aku tidak mau mendengar kemesraan adik kesayanganku ini. Aku bahkan belum sepenuhnya merelakan..""Luz.." potong Liora."Iya, Lioku?" jawab Luzark berbinar."Kau juga, hentikan. Rakyatmu sedang melihat. Kau harus menjaga wibawamu sebagai kaisar.""Lio.. kau sekarang membela serigala ini?" tanya Luzark mendramatisir."Pfft, tentu saja. Sekarang akulah suami

  • The Werewolf's Bride   Bab 188. Pernikahan

    "Tidak Liora, itu isi hatiku yang sesungguhnya." ucapan Morgan terdengar lebih tegas dari sebelumnya.Morgan mundur satu langkah, memerhatikan Liora yang salah tingkah.Liora menunduk sesaat, kemudian mengangkat wajah lagi. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Jemarinya betaut gelisah di depan tubuhnya.Morgan menelan ludah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa sangat sulit mengendalikan dirinya sendiri.Sial. Liora terlalu cantik.Morgan memalingkan wajah, berusaha menenangkan isi kepalanya."Aku pergi saja," ucap Morgan tiba-tiba. Liora berkedip. "Pergi? Kenapa?"Morgan menarik napas panjang sebelum menjawab."Jangan tanya kenapa, Liora. Kau akan menyesal jika tahu apa yang kupikirkan saat ini.""Lalu kau mau kemana?" terlihat sedikit sesal di wajah Liora."Jangan memasang ekspresi seperti itu, Baby."Liora menahan rasa kesalnya, apa maunya pria di hadapannya ini."Ukh, aku bisa gila. Maaf, aku benar-benar harus pergi. Aku tidak boleh lebih lama di sini.""Kau seb

  • The Werewolf's Bride   Bab 120. Kaisar Luzark Aegros the Luminous

    Zevariel terusik dengan keributan di depan pintu. Dua suara yang tidak asing terdengar sedang memperdebatkan sesuatu. Benar saja.. saat Zevariel membuka pintu, Javier dan Ernest sedang adu mulut."Ada apa?" tanya Zevariel."Y-yang Mulia.." Javier tergagap.Javier hanya berdiri dengan wajah kaku, di

  • The Werewolf's Bride   Bab 119. Gadis yang Dirindukan

    Sudah sebelas bulan sejak Liora terbaring tanpa membuka mata. Dan selama itu pula Zevariel tidak pernah meninggalkan sisi Liora, dia menunggu.. menunggu kekasihnya membuka mata.Wajah Zevariel tampak lelah dengan lingkar hitam di bawah matanya yang terlihat semakin pekat. Setiap kali menatap Liora

  • The Werewolf's Bride   Bab 118. Morgan di Masa Depan

    Ketika Morgan kembali ke kamarnya, dia sudah kehabisan napas. Morgan berdiri terpaku, kursi di dekat jendela kosong, tempat dimana Liora biasanya duduk. Liora akan menoleh dan tersenyum pada Morgan jika dia mendengar Morgan kembali.Tidak ada sedikit pun tanda keberadaan Liora.Morgan terjatuh berl

  • The Werewolf's Bride   Bab 117. Bayangan yang Semakin Pudar

    Liora berpikir keras, jika dia tetap di dimensi yang sama dengan Morgan, maka Morgan akan semakin terikat padanya. Tapi kalau dia berubah terlalu cepat dan tiba-tiba, itu bisa menghancurkan Morgan. Sebelum Morgan tumbuh menjadi orang yang tidak terkendali, Liora harus segera mencari cara untuk kemb

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status