Aroma antiseptik yang tajam memenuhi koridor rumah sakit swasta yang sepi itu.Di balik dinding kaca ruang perawatan intensif, Lucas tampak tertidur dengan berbagai selang medis yang menempel pada tubuh kecilnya.Yara berdiri mematung di depan kaca tersebut, jemarinya menyentuh permukaan dingin transparan itu seolah ingin meraih tangan putranya.Di belakangnya, Steven berdiri tegak. Setelan jasnya yang rapi kini tampak kusut, mencerminkan kekacauan pikiran yang sedang melandanya.Matanya yang tajam tidak beralih dari punggung Yara, menatap wanita itu dengan bauran antara kerinduan, kemarahan, dan keraguan yang menyiksa.“Yara,” suara Steven terdengar berat, memecah kesunyian lorong. “Lihat aku.”Yara tetap bergeming, matanya terpaku pada monitor detak jantung Lucas yang berbunyi teratur. “Biarkan aku sendiri, Steven. Lucas butuh ketenangan.”Steven melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga ia bisa merasakan sisa hawa dingin dari pakaian Yara yang masih sedikit lembap.“K
Last Updated : 2026-01-16 Read more