Sindi berdiri dari sofa, merapikan baju tidurnya. Raut wajahnya tetap lembut, tapi ada kelelahan yang tak ia sembunyikan."Mas," ucapnya pelan. "Aku pamit istirahat dulu, ngantuk banget...."Leo mendongak. "Iya sudah. Kamu juga kelihatan capek."Sindi mengangguk. "Mas juga jangan terlalu dipaksakan. Pikiran Mas lagi berat. Sebaiknya sekarang istirahat. Jaga kesehatan."Leo tersenyum tipis. "Makasih sudah ngingetin.""Aku serius, Mas," tambah Sindi. "Kalau Mas sakit atau drop, semuanya malah makin runyam.""Iya," jawab Leo pendek, namun tulus. "Aku akan coba tidur."Sindi melangkah pergi, lalu berhenti sejenak di ambang pintu. "Mas Leo…"Leo menoleh. "Hm?""Kalau Mas butuh ngobrol lagi, bilang aja yah, jangan sungkan. Aku ada buat Mas Leo," ucapnya lembut, tanpa nada menggoda.Leo terdiam sesaat, lalu mengangguk. "Makasih, Sindi."Sindi tersenyum kecil, lalu benar-benar pergi ke kamarnya.Begitu langkah Sindi menghilang, Leo bersandar di sofa. Dadanya terasa penuh, sesak oleh pikiran y
Última actualización : 2026-01-31 Leer más