"Aku akan hati-hati. Makasih, Sindi. Makasih banget udah ngingetin."Leo menghela napas lega*Pagi perlahan datang. Sekitar pukul tujuh, Dinda sudah terbangun. Wajahnya masih lemah, tapi matanya sedikit lebih tenang dibanding semalam.Leo duduk di samping ranjang, membawa bubur hangat."Sayang… makan sedikit.""Kamu yang nyuapin, Mas?" Dinda tersenyum tipis.Leo mengangguk. "Iya, Sayang. Kamu harus kuat.""Kamu perhatian banget, Mas… Makasih yah, Mas." Dinda menatap suaminya penuh haru.Leo tersenyum kecil, meski hatinya sebenarnya penuh beban.Ia menyuapkan perlahan. Dinda makan beberapa sendok, lalu berhenti."Mas. Kamu nggak tidur semalam?" tanya Dinda pelan.Leo menggeleng."Nggak apa-apa, Sayang. Aku kuat kok."Dinda menggenggam tangan Leo."Makasih ya, Mas… Tapi kamu juga harus jaga kesehatan, Mas.""Iya, Sayang," jawab Leo, menatapnya lembut.Namun setelah beberapa saat, Leo menarik napas panjang.Ada kalimat yang harus ia ucapkan. Dengan hati-hati, Leo berkata pelan."Sayang…
Última actualización : 2026-02-06 Leer más