Napas Raka sempat tertahan. Dia duduk di sofa dan menatap foto-foto itu cukup lama, lalu akhirnya mematikan ponselnya. Tak lama kemudian, Raline yang tidak mendapat balasan kembali mengirim pesan.[ Kak, foto yang aku kirim tadi, kamu sudah lihat belum sih? ]Raka mengernyit, lalu membalas singkat.[ Sudah tahu. ]Dia menyandarkan kepala di sofa dan memejamkan mata. Alisnya yang tegas berkerut rapat.Beberapa menit kemudian, dia membuka mata dan menekan sebuah nomor. "Bagaimana persiapan dari pihak kru penerbangan?""Pak Raka, paling cepat baru bisa terbang besok siang."Raka menjawab singkat, lalu melempar ponsel ke samping. Dia memijat pelipisnya, tatapannya berat dan dalam mengarah ke satu titik, lalu tenggelam dalam pikirannya sendiri.Di sebuah restoran di dalam negeri, Brielle menopang dagu sambil memandang pemandangan malam di luar jendela. Tanpa sadar, `dia melamun cukup lama. Lambert bertanya lembut, "Lagi mikirin apa? Soal pekerjaan?"Brielle tersadar dan menggeleng. "Nggak,
อ่านเพิ่มเติม