Siria jelas mengetahui sedikit tentang situasi perasaan Jay. Melihat pemandangan itu, hanya dalam beberapa detik, dia sudah memahami situasinya.Sebaliknya, ketika Jay melihatnya, seluruh tubuhnya langsung menegang. Kilatan panik dan rasa bersalah melintas di matanya. Tangan yang semula bertumpu di bahu Devina pun segera ditarik kembali.Devina adalah orang yang sangat peka. Dia menangkap perubahan kecil itu. Dia pun menilai Siria, lalu bertanya kepada Jay dengan penasaran, "Jay, kalian saling kenal ya?"Jay merapikan ekspresinya, berdeham pelan. "Devina, ini Siria."Setelah itu, sambil menghindari tatapan Siria, dia memperkenalkan, "Ini Devina."Siria sempat tertegun, lalu tersenyum dan menyapa, "Halo. Aku sempat menonton langsung pertunjukan pianomu yang terakhir kali."Sikap Siria terlihat anggun dan terbuka, meskipun pria yang berdiri di sisi Devina adalah pria yang pertama kali memilikinya.Didikan dan sikap tenang Siria benar-benar di luar dugaan Jay. Situasi yang dia khawatirkan
Read more