Mendengar kekhawatiran Ega pada Ari, Rain justru tertawa pelan, diikuti dua temannya. Suasana yang awalnya tegang mendadak terasa aneh di telinga Ega. Ia terdiam, jelas kebingungan. “Kamu salah paham, deh…” ucap salah satu teman Rain sambil menyilangkan kaki dan bersandar santai di meja bar. Namun sorot matanya tetap tajam. “Maksudnya, Pak?” tanya Ega ragu, alisnya berkerut. “Kamu itu ada di tangan yang tepat, Ega,” lanjut pria itu tenang. “Dan jujur aja, kamu beruntung bisa ketemu Rain.” Rain terkekeh kecil, menunduk sambil memutar gelas di tangannya. “Dia ini,” sambung temannya lagi sambil melirik Rain, “meski kelihatan dingin, sombong, bahkan terkesan nggak ramah—apalagi kalau lagi kayak raja begini—” Rain tertawa pendek, menggeleng pelan. “—justru orang yang paling nggak tega kalau urusannya udah ke orang jujur disakitin, orang susah, orang lapar,” tutupnya dengan nada lebih dalam, membuat Ega menelan ludah tanpa sadar. “Dia paling mudah bantuin orang, nggak pake mikir, ke
最終更新日 : 2025-12-26 続きを読む