“Kok...?” gumam Martha lirih. Matanya terbelalak menatap ujung jarum panjang itu. Di sana, di atas logam perak yang mengilat, ia seolah melihat cairan merah kental yang merayap turun. Dengan napas tersengal, ia segera meletakkan jarum itu di atas meja hingga menimbulkan bunyi dentang yang cukup keras. “Kenapa, Bu Martha?” tanya sang pelatih yang menyadari kegelisahan mendadak di wajah Martha. “Enggak, anu...” ucap Martha gugup. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, mencoba menghalau bayangan mengerikan itu. Saat ia melihat kembali ke arah meja, jarum itu tampak normal. Tidak ada darah, hanya benang wol merah yang melilit di sana. “Kenapa, Bu? Apa ada kesulitan?” tanya pelatih itu lagi, memastikan. “Enggak kok, enggak apa-apa. Maaf merepotkan, ya...” ucap Martha, mencoba menarik napas panjang untuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. “Ah, enggak masalah kok, Bu. Ayo, sekarang dilanjutkan lagi,” ucap pelatih itu sembari tersenyum ramah, lalu berpindah ke peserta lain. Mar
Last Updated : 2026-02-14 Read more