“Ya udah, kamu jangan berhenti isap dada aku nanti, walaupun nggak ada ASI-nya lagi,” ucap Gendis dengan nada yang pasrah namun penuh kasih sayang. “Iyalah. Harus... Menyenangkan suami kan wajib, Sayang,” sahut Rain dengan seringai tipis di wajahnya. “Memang kamu doang yang mau disenangin? Aku juga dong... Kamu juga harus jilatin punya aku, kan kamu suka juga sama yang ini, um?” ucap Gendis balik menggoda, membuat suasana di dalam mobil semakin panas meski AC menyala cukup kencang. “Aduh, pengen cepat sampai rumah jadinya kalau gini. Kita cari jalan yang nggak macet, Sayang,” ucap Rain sambil tertawa pelan, napasnya sedikit memburu membayangkan malam yang akan mereka lalui. Gendis ikut tertawa, merasa menang karena berhasil menggoda suaminya. Ia segera mengalihkan pandangannya ke layar dashboard di mobil, jemarinya lincah mengutak-atik sistem navigasi. Dengan bantuan GPS, ia mencari jalur alternatif agar mereka bisa segera sampai ke rumah dan menuntaskan "janji" mereka sebelum
더 보기