“Kalau sekarang, Mama saya banyak kesibukan, Pak. Lebih fokus sama kesehatan dia sendiri. Ya, kan, Sayang?” ucap Rain, mengalihkan pandangan kepada istrinya untuk mencari dukungan moral. “Um,” sahut Gendis pendek. Ia hanya bisa bergumam karena mulutnya masih penuh dengan potongan roti lapis. Meski begitu, matanya menatap Rain dengan dalam, memberikan isyarat bahwa ia sangat memahami betapa beratnya bagi sang suami untuk tetap bersikap tenang saat membicarakan luka yang masih menganga itu. “Mertua sehat ya, Pak,” ucap Pak Yanto, menutup obrolan santai mereka tentang keluarga. “Ya, mertua saya sehat semua, Pak,” sahut Rain dengan tulus. Namun, sedetik kemudian matanya membelalak kecil saat teringat sesuatu. “Astaga, Sayang! Hubungi Papa sama Mama sekarang. Hampir lupa, kan... Untung Pak Yanto tanya,” ucap Rain sambil menoleh cepat ke arah Gendis. “Ah, iya iya! Duh, bisa kelupaan begini,” sahut Gendis panik sekaligus gemas pada diri sendiri. Ia segera meletakkan kotak bekalnya di
Last Updated : 2026-02-19 Read more