“Pakde, saya izin mau ketemu Bude, boleh kan?” tanya Rain. “Boleh, boleh. Ayo, Rain, Wanda,” ucap Damanik sambil mengangguk dan beranjak dari kursinya. Ia melangkah pelan, dan Rain membantunya melangkah menuju kamar istri Damanik. Tiba di depan pintu kamar itu, Damanik memanggil istrinya dengan lembut. “Dek...” ucapnya pelan sembari membuka pintu perlahan. Rain dan Wanda berdiri dengan perasaan berdebar di belakang Damanik. “Dek...” Damanik menyapa sang istri dengan lembut sekali lagi. Ia tersenyum menatap sang istri, Kusuma, yang duduk manis di depan jendela kamar. “Mas...” sahut Kusuma sambil tersenyum. Meski artikulasinya tidak begitu jelas karena luka di lidahnya, nada suaranya terdengar sangat hangat menyambut suaminya. “Dek, ada keponakan kamu... Datang jauh dari Jakarta ke sini...” ucap Damanik lembut sambil mengusap punggung tangan istrinya. “Siapa, Mas...?” tanya Kusuma sambil menoleh pelan ke arah Rain dan Wanda yang berdiri di depan lemari pakaian jati itu. Ia m
Last Updated : 2026-02-22 Read more