"Mon?! apa semua baik-baik saja?!" tegur Widuri yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Minah. "A, e, enggak a-da..!!" Minah kaget bukan main, ia tak menduga jika Widuri sudah ada di belakangnya. Ia mulai cemas, takut kalau ternyata Widuri sudah ada disitu sejak tadi dan ia mendengar percakapan Minah dan pria utusan bos Reno itu. "Sejak kapan kau disitu?!" tanya Minah gusar, jantungnya berdegup kencang. "Baru aja, aku dengar ada suara orang berbincang, makanya aku kesini. Apa aku menggangu?" Widuri tampak tak enak. "Oh, gak, gak kok!" Minah tersenyum kecut sambil geleng kepala, ia merasa lega karena ternyata dugaannya salah. "Kau sudah siap, kan?" "Iya, aku siap!" ucap Widuri sambil terus menutupi area dadanya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa risih dengan belahan dada baju yang ia pakai, itu terlalu rendah baginya. "Kau tunggu saja,kembali ke dalam, aku masih belum selesai!" perintah Minah. "Heh, mana bisa begitu Mona?!" serobot pria itu geram. "Gadis itu su
Huling Na-update : 2026-01-02 Magbasa pa