공유

Bagian Ke-20

작가: Queen Sando
last update 게시일: 2026-01-29 09:33:26

"Gimana Direktur? apa anda tertarik dengan tawaran saya?" tanya bos Reno setengah berbisik.

Direktur Willi diam, ia hanya menarik nafas lirih namun begitu dalam.

Suasana hening sejenak, direktur Willi masih terus menelanjangi diri Widuri dengan kedua bola matanya yang memicing. Sedang Widuri merasa begitu gusar, jantungnya berdegup kencang, keringat dingin membasahi tubuh yang dingin diterpa udara dari AC yang terus menyala di dalam ruangan itu. Kaki jenjangnya yang mulai lunglai menopang tubuh
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-52

    "Saya sudah siap tuan" ucap Widuri setelah sampai di ruangan tempat Zeka menunggu. "Astaga!" mata Zeka melotot, ia memandangi Widuri dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Apa kau tak punya baju lain?" tanyanya ketus. "Em, maaf tuan, apa ada yang salah?" tanya Widuri bingung, menurutnya ia sudah memakai baju yang paling bagus yang ia punya di dalam tas nya yang ia bawa dari kampung. Ya memang, harus diakui, itu sebenarnya bukan baju terbagus yang dia miliki. Baju-bajunya yang bagus sudah dilelang untuk biaya kehidupan saat ia masih di kampung waktu itu, jadi yang tersisa hanyalah pakaian yang ala kadarnya. Widuri tak bisa menyisihkan uang untuk sekedar membeli pakaian baru dengan model kekinian selayaknya anak muda seusia dirinya. Uang yang ia dapat dari bekerja sebagai pegawai di warung makan di kampungnya dulu ia gunakan untuk mencicil hutang dan juga untuk kebutuhan sehari-hari. "Bu Asihhh!!" teriak Zeka lantang. Tak lama muncul orang yang di panggil. "Saya tuan!" Asih d

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-51

    "Hei Widuri, sini!" langkah Widuri terhenti saat ia mendengar ada yang memanggil dirinya. Ada dua orang wanita muda yang berdiri di balik pintu. "Sini!" ucap mereka sambil melambaikan tangan. Widuri melangkah ragu. Ia tak kenal dengan mereka, meski di hari pertama bekerja, semua pegawai dikumpulkan untuk memperkenalkan Widuri sebagai anggota baru di rumah itu, tapi Widuri tentu tak tahu persis dengan mereka, sebab mereka tak memperkenalkan diri masing-masing. Selain Asih, Widuri saat ini hanya mengenal bik Yuyun dan Herlina, dua orang rekan kerjanya yang melakukan tugas yang sama seperti Widuri. Selain mereka, belum ada lagi orang di rumah itu yang Widuri kenal, ada begitu banyak orang yang bekerja, meski di rumah super besar itu hanya dihuni oleh Zeka seorang sebagai empunya rumah. Salah seorang dari mereka langsung menarik lengan Widuri, dan sebelum Widuri sempat bertanya, mereka sudah memberi kode pada Widuri untuk diam dan ikut saja kemana mereka pergi. "Kalian siapa?

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-50

    "Kok lama banget sih?! emang kau kira aku pengangguran yang gak ada kerjaan ya?!" semprot Zeka, ia kesal karena Widuri yang pamit mengambil nomer telepon pak RT, cukup lama dan membuat Zeka menunggu. "Maaf tu-an!" jawab Widuri takut. "Puffff!!" "Dikira gua nganggur kali!" gerutu Zeka. Widuri kian bertambah tak enak pada Zeka. "Ya udah, mana nomernya?!" "Em, saya udah cari-cari, tapi.." "Tapi apa?!" "Nggak ada tuan" "Lah kok bisa?!" Zeka kaget. "Saya juga nggak tau, padahal saya udah simpan di dalam tas, di tempat yang aman.." "Kalo udah disimpan di tempat aman kok bisa nggak ada?!" "Saya juga bingung tuan" suara Widuri parau, rasa kecewa kini menguasai dirinya, hilang sudah asa untuk bisa bicara dengan ibunya. Zeka melirik pada Widuri, dilihatnya gadis itu yang tertunduk lesu, ia juga tahu jika Widuri saat ini pasti sedang menahan air matanya agar tak jatuh. Tak tega juga Zeka melihat gadis itu. "Ini!" Zeka mengulurkan ponselnya pada Widuri. Widuri menga

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-49

    Asih sudah pergi, ia keluar ruangan itu sambil menutup pintu, seperti yang diminta Zeka, makin gusar lah Asih, ia merasa tak dihargai kali ini. Rasa takut akan adanya konspirasi antara Zeka dan Widuri mulai menggerayangi sekujur tubuhnya. "Apa mungkin gadis itu adalah orang yang dipersiapkan tuan untuk menggantikan aku?" "Aku sudah tak muda lagi, mungkin kinerjaku mulai melemah, itulah sebabnya tuan ingin menggeser posisi ku dengan orang lain yang lebih muda" "Ah, tidak! tidak! itu tak mungkin!" "Jika memang aku harus diganti, tentu seharusnya bukan gadis itu yang menggantikan aku, dia anak baru, apa yang dia tau tentang rumah ini dan orang-orang yang ada di dalamnya, kalaupun ada yang harus menggantikan aku, tentu itu orang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sama dengan ku, bukan gadis baru yang payah itu!" Asih mengomel lirih sambil bergegas pergi, dan tanpa ia sadari dari tempat yang tersembunyi ada dua orang yang diam-diam menguping percakapannya dengan dirinya s

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-48

    "Mana Widuri??!!" suara Zeka lantang mengisi segenap ruangan mewah yang rapi namun sunyi meski ada beberapa orang pegawai yang berdiri tegap menunggu perintah. "Iya tuan!!" seorang wanita paruh baya datang dengan tergopoh-gopoh. Ia Asih Mulyana, manager di istana Zeka. Penampilannya rapi dengan rambut yang di Cepol klimis, celana kulot hitam panjang, blus lengan panjang motif bunga yang terlihat elegan, ia berjalan setelah berlari menuju tuannya yang sedang berdiri gusar. "Maaf tuan!" Asih tampak kikuk, ia sudah berada dihadapan Zeka, hanya dua meter jaraknya. "Mana Widuri?!" tanya Zeka sambil menatap liat ke seluruh ruangan yang adalah ruang tengah, tempat yang biasa digunakan untuk santai, meski pada hakikatnya ruangan itu seringkali dibiarkan kosong tanpa aktivitas apapun, selain dari kegiatan para pegawai yang membersihkan dan merapikan benda-benda yang ada di tempat itu. "Em, anak baru itu maksud tuan?" Asih menerka, ia tak ingin salah menjawab. "Ya! mana dia?!" "Sesu

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-47

    Zeka dan dua pengawalnya sudah melangkah keluar dari teras rumah Juriah. "Tuan!" pekik Juriah lirih. "Iya Bu?!" Zeka kembali terhenti langkahnya, ia memalingkan badannya, melihat pada wanita tua yang sedang berdiri di teras dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. "Bisakah anda sampaikan pada Widuri nanti jika anda sudah kembali ke kota?" "Tentang apa Bu?" "Minta ia untuk segera menghubungi ibu, ibu rindu" ujar Juriah dengan mata tua yang menyorotkan begitu banyak harapan. "Baiklah, ibu nggak usah khawatir, saya pasti akan sampaikan!" "Em, ter-terimakasih banyak atas kebaikan anda" ujar Juriah dengan wajah sendu menahan haru. Zeka hanya tersenyum kecil sambil mengangguk pelan, sebelum akhirnya sebuah mobil datang dan sejurus kemudian ia segera masuk ke dalam mobil itu. Dari dalam mobil, pria itu melambaikan tangannya ke arah Juriah yang membalas lambaian itu dengan wajah sedih, kayaknya seorang ibu yang melepas kepergian anaknya untuk menuju ke tempat yan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-7

    "Brakkkk!!!" pria itu keluar kamar apartemen Minah sambil membanting pintu sehingga membuat Minah dan juga Widuri kaget bukan main. Widuri masih bersembunyi di balik pintu, ia memperhatikan Minah yang tampak gusar. "Dasar tua bangka sialan! datang-datang main minta duit aja, emang dia kira gampan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-3

    Mata Widuri tak lekang sedikitpun dari sosok Minah yang benar-benar sudah berubah seratus persen. Ia yang dulu kurus, dekil, dan tak bisa bergaya, kini berubah menjadi gadis dengan paras cantik, tubuh yang bersih terawat, serta penampilan menawan yang seksi. Sekilas Widuri merasa iri melihat hal it

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-2

    "Bu, Wid mau ke rumah Wak Ijah!" Ucap Widuri di pagi hari saat sang ibu sedang memasak di dapur. "Ngapain pagi-pagi mau kesana?" Tanya Juriah sambil fokus pada kuali kecil yang berisi dua ekor ikan mujair, pemberian tetangga sebelah rumah yang baru panen ikan dari tambak kecil di belakang rumahnya

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-1

    "Pokoknya aku nggak mau tau, satu minggu lagi aku datang kesini, uangnya harus ada, kalo kau masih belum juga menyiapkan uang itu, maka kau dan anakmu harus angkat kaki dari rumah ini!" suara seorang pria paruh baya terdengar menggelegar memenuhi seisi ruangan yang sempit. "Ta-pi juragan, itu, itu

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status