Minah mondar-mandir, gelisah. Ia seperti orang yang sedang ada dalam masalah yang besar. Wajahnya tegang, keringat dingin membasahi kulitnya meski pendingin udara di dalam kamar apartemen terus menyala. Widuri duduk di atas sofa dengan wajah yang juga tak kalah tegang. Ia ingin tahu apa gerangan yang membuat Minah begitu gusar, tapi ia tak berani untuk bertanya, situasi saat ini sedang tak baik, Widuri takut menambah beban pikiran Minah. "Wid, cepat lu kemasi barang-barang lu!" ujar Minah kemudian, suaranya yang berat memecah keheningan yang sejak tadi menguasai seluruh penjuru ruangan itu. Widuri tersentak, ada rasa senang tapi juga cemas dan bingung. "Buruan! lu kemasi barang lu!" ulang Minah dengan nada bicara yang agak tinggi saat ia mendapati Widuri yang masih terdiam tak bergeming. "I-ya, iya!" jawab Widuri setengah tergagap. "Ta-pi, kenapa Min, Mona?" Widuri tak bisa menahan rasa penasaran. "Lu mau kerja, kan?!" "Iya, iya, mau!" sambar Widuri. "Hari ini lu akan dapat p
Terakhir Diperbarui : 2025-12-27 Baca selengkapnya