แชร์

Bagian Ke-19

ผู้เขียน: Queen Sando
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-23 18:05:47

Mata bos Reno liar menapaki setiap kata yang tertulis di atas beberapa lembar kertas putih. Tangannya mulai basah oleh keringat, Widuri yang berdiri di sampingnya miruk dengan ekor matanya, ia dapat melihat ada ketakutan di wajah pria itu. Ia tak tahu apa gerangan yang membuat bos Reno begitu gusar, Widuri tak paham, tapi apapun itu yang jelas itu sudah sanggup membuat nyali bos Reno ciut.

"Direktur, i-ni nggak serius, kan?" tanya bos Reno setelah selesai membaca semua isi dari tulisan itu.

D
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-21

    "Bawa dia ke dalam!" suara direktur Willi terdengar tegas.Bos Reno tersenyum tipis tapi dalam."E, ada apa i-ni?!!" Widuri bingung dan takut saat kedua orang pria kekar itu menarik tangannya."Diam!!" hardik mereka sinis."Lepaskan aku!!" pekik Widuri yang tahu jika ia sedang dalam masalah."Hai cantik, bukankah kau ingin cari pekerjaan, disinilah tempat kerjamu yang baru, aku yakin kau akan suka" seloroh bos Reno saat Widuri melintas dihadapannya."Tolong saya tuan! saya nggak mau berada disini, saya ingin kembali ke kampung saja" rengek Widuri dengan air mata yang terurai, memohon belas kasihan pada orang-orang yang sebenarnya ia tahu tak ada satupun yang akan perduli. "Urusan kita saat ini sudah selesai Reno, ksi cepat pergi! dan ingat, kompensasi yang kau beri ini hanya bersifat sementara, jika waktunya tiba, aku tetap akan menagih janji mu itu!""Baik direktur, aku berjanji aku pasti akan penuhi kewajiban ku secepatnya" "Dan terima kasih atas kebijaksanaan direktur" pungkas bo

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-20

    "Gimana Direktur? apa anda tertarik dengan tawaran saya?" tanya bos Reno setengah berbisik.Direktur Willi diam, ia hanya menarik nafas lirih namun begitu dalam.Suasana hening sejenak, direktur Willi masih terus menelanjangi diri Widuri dengan kedua bola matanya yang memicing. Sedang Widuri merasa begitu gusar, jantungnya berdegup kencang, keringat dingin membasahi tubuh yang dingin diterpa udara dari AC yang terus menyala di dalam ruangan itu. Kaki jenjangnya yang mulai lunglai menopang tubuhnya, kini perlahan mundur, tidak teratur, tapi cukup pasti, ia mencoba untuk menjauh, menghindari marabahaya yang kini sedang mengintai."Tahan dia!!" tiba-tiba direktur Willi berteriak, dan seketika itu juga dua orang bodyguard yang sejak tadi berdiri siaga di tempat itu langsung bereaksi. Dengan sigap mereka segera menangkap Widuri, mereka memegangi tangan Widuri.Widuri tergagap, panik dan takut.Bos Reno tersenyum puas melihat apa yang terjadi. Rencana liciknya berjalan dengan sukses."Lepas

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-19

    Mata bos Reno liar menapaki setiap kata yang tertulis di atas beberapa lembar kertas putih. Tangannya mulai basah oleh keringat, Widuri yang berdiri di sampingnya miruk dengan ekor matanya, ia dapat melihat ada ketakutan di wajah pria itu. Ia tak tahu apa gerangan yang membuat bos Reno begitu gusar, Widuri tak paham, tapi apapun itu yang jelas itu sudah sanggup membuat nyali bos Reno ciut. "Direktur, i-ni nggak serius, kan?" tanya bos Reno setelah selesai membaca semua isi dari tulisan itu. Direktur Willi menyeringai sambil menghembuskan lagi rokok elektriknya sehingga asap yang duet dengan aroma tajam segera menjadi penguasa di ruangan itu. "Kau pikir aku ini bocah ingusan yang masih suka main-main, hah?! dasar konyol!" umpat direktur Willi. "Bu-kan begitu Direktur, maksudku adalah, semua ini bukankah masih bisa kita bicarakan baik-baik?" rayu bos Reno dengan senyum palsu, berusaha untuk menjilat kebaikan dari direktur Willi. "Apa lagi yang harus dibicarakan Reno?! kesabaran ku

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-18

    "Ingat, jangan bicara apapun!""Jika kau berani melawan, aku tak akan segan untuk menghabisi mu detik ini juga!" ancam bos Reno pada Widuri, Widuri bergidik, ngeri, tak sanggup membayangkan derita apalagi gang sedang menanti dirinya.Ia hanya diam dengan jantung yang terus berdetak kencang, sangat kencang bahkan. Rasanya ia ingin sekali berteriak dan meminta tolong tapi sepertinya ucapan bos Reno bukanlah isapan jempol belaka. Widuri sudah membuktikan betapa pria tua itu adalah seorang monster, ia sanggup melakukan apapun demi mencapai tujuannya. Widuri harusnya merasa sedikit lega, ia bisa lolos dari cengkeraman bos Reno beberapa saat lalu, meski sekali lagi, ini mungkin hanyalah kebebasan yang sesaat, sementara saja."Tap!tap!tap!!" terdengar suara langkah yang begitu teratur hingga nyaris terdengar seperti ketukan irama nada yang mengalun lembut tapi dingin.Mara Widuri bergegas menyambut derap suara itu, penasaran ia untuk segera tahu siapa gerangan pemilik langkah nan tegas tapi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-17

    Widuri tak tahu hendak dibawa kemana lagi kali ini, ia sudah lelah untuk terus menerka dan mengira pada takdir apa yang sedang menguasai ia saat ini. Kedua kakinya yang sedikit pincang karena melepuh akibat tak terbiasa memakai sepatu, membuat ia tak bisa leluasa melangkah. Ia sejujurnya merasa begitu letih, ia ingin istirahat, berbaring di tempat tidur dengan selimut hangat dan cahaya lampu temaram. Tapi, di malam-malam yang gelap dan dingin ini ia malah masih berseliweran tak tentu arah dan tujuan, hanya mengikuti seseorang yang tak ia kenal yang entah akan kemana membawa tubuhnya yang tak berdaya itu Bos Reno membawa serta Widuri naik mobil yang dikemudikan oleh anak buah direktur Willi. Hari kian malam, hawa dingin dan suasana gelap saling berlomba menguasai setiap jengkal jalan yang Widuri lalui. Dari tempat yang sepi, kini sudah berpindah ke tempat yang ramai, suara bising dari kenalpot kendaraan saling bersahutan satu sama lain, seperti kicauan burung-burung di kala pagi, riuh

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-16

    "Kampret! siapa yang berani menggangu gue!! sepertinya jalang itu udah bosen hidup!!" "Cihh!!" umpat bos Reno sambil melepaskan cengkraman tangannya dari tubuh Widuri, ia beranjak cepat dengan langkah pongah dan mulut yang tak berhenti melontarkan kata-kata kotor dan kasar. Widuri membuang nafas, ia merasa sedikit lega, setidaknya ia tak lagi berada dalam Kungkungan pria kasar itu, dan dengan buru-buru ia segera berlari menuju pada tasnya yang masih tergeletak di sudut ruangan, tangan Widuri yang masih gemetar berusaha membuka tas itu, dan dengan cepat ia meraih sesuatu dari dalam tas itu. "Srett!!" sehelai dress berwarna putih dengan motif bunga-bunga yang ia dapatkan. Dan tanpa berpikir panjang, ketika ia menyadari bahwa saat ini bos Reno sedang lengah, Widuri bergegas mengenakan baju tersebut. Ia sungguh merasa jijik dengan penampilannya sejak pergi dari apartemen Minah tadi. Ia juga langsung meraih lagi tasnya, berjaga-jaga jika saja ada kesempatan baik untuk dirinya bisa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status