공유

Bagian Ke-12

작가: Queen Sando
last update 게시일: 2026-01-05 14:10:29

Dengan diantar Minah, Widuri turun ke bawah, menuju ke tempat parkir mobil yang menjemput dirinya. Sepanjang menyusuri lantai demi lantai apartemen, pikirannya terus melayang tak tentu arah. Rasa bahagia karena akhirnya ia akan segera bekerja, kini berubah jadi rasa takut akan ketidakpastian pada apa yang nanti akan ia hadapi di tempat barunya, apalagi setelah Minah menegaskan jika ia tak bisa mengantar Widuri sampai ke tempatnya.

Kalimat-kalimat bijak nan penuh penghiburan dan semangat yang t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-34

    Sepeninggal pria itu, Widuri masih duduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang belum jua kembali terbalut pakaian sepenuhnya. Ia masih terguncang dengan peristiwa tak terduga yang baru saja terjadi. Seperti mimpi, ia terbangun dari tidur dengan perasaan bingung dan berharap semua yang sempat terjadi itu sungguh hangat sebuah ilusi. Bagaimana bisa ia dengan sengaja memamerkan tubuhnya di hadapan pria asing dan tanpa sedikitpun rasa malu, ia secara terang-terangan rela menukar tubuh polosnya itu dengan sejumlah uang. "Krekk!" pintu berderit pelan, Widuri gugup, ia yang belum sempat mengenakan kembali pakaiannya buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang nyaris bug*l itu, kedua matanya menyorot tajam ke arah pintu, memastikan siapa yang datang. "Maaf nona, sebaiknya nona segera bersiap" seorang wanita berseragam yang datang. "Pufff!" Widuri membuang nafas, agak lega, sebab semula ia pikir jika itu adalah pria tadi. Selesai bicara, wanita berseragam itu bergegas pergi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-33

    "Tuan, saya rela melakukan apapun, ya, apapun asal anda mau membantu saya" ujar Widuri tiba-tiba sambil beranjak menuju ke tempat tidur, pikirnya semua pria di kota itu sama, sebab dari dua pria yang ia temui sebelumnya, mereka semua menginginkan hal yang sama dari Widuri. Dan mungkin saja pria yang ini juga demikian. Widuri sudah tak perduli pada apapun saat ini, bahkan satu-satunya harta yang ia miliki juga akan ia berikan pada pria itu yang penting ia bisa segera mendapatkan uang demi membayar hutang pada juragan Sarmo. Waktu Widuri tak banyak saat ini. Widuri duduk di atas tempat tidur dengan posisi tubuh yang ia atur sedemikian rupa agar terlihat sensual, dan seolah benar-benar sedang berpacu dengan waktu, gadis itu mulai menurunkan secara perlahan bagian atas dari bajunya yang kusut itu. Pemandangan yang cukup miris, beberapa waktu yang lalu ia mati-matian mempertahankan mahkota yang hanya akan ia serahkan suatu hari nanti pada pria yang benar-benar ia cintai, tapi kini tidak

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-32

    Widuri tertegun, saat pria itu melangkah perlahan, seketika ia kembali teringat akan satu hal penting, ibunya. Wanita tua nan malang itu tak tahu seperti apa kini nasibnya. Seumur hidup tak pernah barang sedetikpun mereka berpisah apalagi tanpa ada kabar dan juga kejelasan. Bahkan disaat-saat yang paling sulit paska meninggalnya sang ayah, Widuri tetap setia berada di samping sang ibu, memberikan dukungan luar biasa agar wanita itu tetap mau berjuang agar tetap hidup, meski dengan segala keterbatasan. Dan kini, sudah beberapa hari, jangankan uang delapan juta, kabar lun tak kunjung Widuri berikan pada ibunya yang entah apa masih sehat atau justru sudah terbaring sakit akibat tak sanggup menahan rasa takut dan sedih yang teramat karena tak kunjung mendapat kabar tentang sang anak. Dan juragan Sarmo, tinggal menghitung hari, pria arogan itu akan datang untuk menyita rumah milik orang tua Widuri, Widuri tak sanggup membayangkan ketakutan yang akan menyerang sang ibu, seorang diri mengh

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-31

    Wanita itu tak menjawab pertanyaan Widuri, ia sekali lagi hanya tersenyum dan kemudian berpamitan pergi, meninggalkan Widuri yang takut dan bingung bukan main. Widuri celingukan, ia mencoba untuk mengingat-ingat kejadian yang terakhir kali sebelum pada akhirnya ia berada di tempat asing itu. "Aku semalam ada di mobil bersama pria aneh itu, dan sekarang aku ada disini...apa jangan-jangan pria itu.." "Ya Tuhan, apa ini terjadi lagi padaku?" Widuri bergidik, takut, sepertinya kali ini hidupnya benar-benar akan hancur. Pria itu ternyata tak jauh beda dengan beberapa manusia yang ia temui di kota ini, semuanya tak ada yang baik, mereka semua jahat dan menginginkan kesengsaraan pada diri Widuri. Widuri terduduk lemas di lantai yang terasa sangat dingin, air mata yang hangat mulai menetes membasahi wajahnya yang lelah itu. Hidupnya sudah berakhir, begitulah ia menyimpulkan apa yang terjadi saat ini, tak akan ada harapan untuk bisa kembali pulang ke kampung halaman bertemu dengan sa

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-30

    "Ke-napa kau batalkan tuan?!" protes Widuri saat mereka berjalan keluar motel. Diluar hujan kian deras. Zeka tak menjawab, ia mempercepat langkahnya, hawa dingin yang menusuk membuat pria tampan itu disergap rasa dingin yang luar biasa. Ia buru-buru masuk ke dalam mobil. Widuri mematung, masih bingung dengan apa yang terjadi. Hujan mengguyur membasahi tubuhnya yang lemah itu. "Hei! kau ini sudah tak waras ya?! ayo cepat masuk! kenapa kau masih berdiri disitu?!!" teriak Zeka saat melihat Widuri yang masih berdiri di luar mobil dengan pakaian yang mulai basah terjebak air hujan. Widuri tak bergeming, ia membiarkan air hujan mengguyur tubuhnya, ia sebenarnya merasa sangat kedinginan, tapi ia bingung, tak tahu harus bagaimana. Otaknya sudah tak mampu untuk berpikir, ia merasa sangat lelah. "Dasar merepotkan!!" gerutu Zeka sambil keluar lagi dari mobil, dan dengan sigap ia menarik lengan Widuri dan memaksa gadis itu untuk masuk ke dalam mobil. "Tidak tuan!!" tolak Widuri. "S

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-29

    Mobil melaju, Widuri masih bingung, kini rasa takut kembali datang menyergap, pelan tapi cukup menusuk. Ia tak tahu akan bagaimana takdir hidupnya saat ini.Minah tak ada di tempatnya, ia pergi, mungkin juga kabur, menghindari kenyataan pahit yang sedang mencari kebenaran. Sedang Widuri masih berputar-putar tak jelas , dari satu sudut ke sudut lain di kota itu, tempat asing yang sama sekali tak ramah, bahkan seolah seperti sengaja menjadikan Widuri sebagai bahan pelampiasan kekacauan."Ma-af tu-an..kita..""Kalo kau punya tujuan lain, aku akan antar kau kesabaran!" potong Zeka, seperti sudah tahu kemana arah ucapan Widuri.Widuri diam, tak berani bicara lagi. Apa yang Zeka katakan memang benar, di tempat asing dengan kondisi selarut itu, kemana ia akan pergi. "Tapi, maaf..sa-ya, saya mau cari tempat penginapan.." ujar Widuri lagi, lirih, sebab rasa ragu terlalu besar untuk ditaklukkan."Tak masalah, ada banyak tempat penginapan di kota ini, aku bisa antar kau kesana, kau punya uangn

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-19

    Mata bos Reno liar menapaki setiap kata yang tertulis di atas beberapa lembar kertas putih. Tangannya mulai basah oleh keringat, Widuri yang berdiri di sampingnya miruk dengan ekor matanya, ia dapat melihat ada ketakutan di wajah pria itu. Ia tak tahu apa gerangan yang membuat bos Reno begitu gusar

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-18

    "Ingat, jangan bicara apapun!""Jika kau berani melawan, aku tak akan segan untuk menghabisi mu detik ini juga!" ancam bos Reno pada Widuri, Widuri bergidik, ngeri, tak sanggup membayangkan derita apalagi gang sedang menanti dirinya.Ia hanya diam dengan jantung yang terus berdetak kencang, sangat

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-17

    Widuri tak tahu hendak dibawa kemana lagi kali ini, ia sudah lelah untuk terus menerka dan mengira pada takdir apa yang sedang menguasai ia saat ini. Kedua kakinya yang sedikit pincang karena melepuh akibat tak terbiasa memakai sepatu, membuat ia tak bisa leluasa melangkah. Ia sejujurnya merasa beg

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-16

    "Kampret! siapa yang berani menggangu gue!! sepertinya jalang itu udah bosen hidup!!" "Cihh!!" umpat bos Reno sambil melepaskan cengkraman tangannya dari tubuh Widuri, ia beranjak cepat dengan langkah pongah dan mulut yang tak berhenti melontarkan kata-kata kotor dan kasar. Widuri membuang nafas

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status