Anton, kepala pelayan Keluarga Suryata, bertanya dengan ragu, "Nyonya masih marah karena Tuan Petra mengancam Tuan Simon dengan pisau?""Bukankah aku memang seharusnya marah? Simon itu kakaknya. Betapapun marahnya dia, dia nggak seharusnya berbuat begitu!"Setelah berpikir sejenak, Anton menatap Kamala dan berujar, "Nyonya, aku sudah kerja untukmu selama puluhan tahun. Waktu Nyonya baru menikah dengan Pak Hasan, ada suatu kali adiknya pernah inginkan perhiasan yang sama denganmu.""Karena dimanjakan Pak Hasan sejak kecil, dia bersikeras bersaing denganmu untuk dapatkan perhiasan itu. Kalau Pak Hasan berpihak pada adiknya waktu itu, Nyonya pasti akan kecewa sama dia."Kamala mengerutkan kening. "Terus kenapa? Kami sudah menikah, dia tentu saja seharusnya berada di pihakku!""Pak Hasan berada di pihakmu bukan karena kalian sudah menikah, tetapi karena Nyonya itu orang yang paling dia sayangi. Begitu pula dengan Nona Adeline, dia itu orang yang paling disayangi Tuan Petra. Kali ini, Tuan
Read more