Tanpa memberi kesempatan Maya pulih, Karyo membalik tubuhnya telentang, mengangkat kedua kaki Maya ke bahunya dan kembali menerobos masuk."Belum selesai, Ma. Papa belum puas," ujarnya, matanya liar dengan nafsu."Ahhhnn... Papa... terlalu sensitif..." Maya merintih, tubuhnya masih berkedut pasca orgasme."Tahan, Ma. Mama kuat kok," Karyo kembali bergerak, kali ini lebih dalam dan lebih kuat. Dia memposisikan diri untuk menekan G-spot Maya."AAAAHH! DISITU! DISITU, PA!" Maya kembali menjerit, orgasme kedua sudah menunggu."Iya, disitu ya? Enak?" Karyo menghantam titik itu berulang-ulang."ENAK! ENAK BANGET! AKU MAU KELUAR LAGI! AAAAHHH!" Maya mencapai puncak kedua, lebih kuat dari yang pertama.Karyo terus bergerak, tanpa ampun, membawa Maya ke orgasme ketiga dan keempat tanpa jeda. Tubuh Maya gemetar hebat, matanya berkunang-kunang, mulutnya terbuka tanpa suara karena terlalu nikm
Last Updated : 2025-11-29 Read more