Lima menit berlalu dengan Karyo menggerakkan tubuhnya dalam ritme hypnotic. Maya sudah lemas, tapi tubuhnya terus merespon. Ketika orgasme kedua mulai naik, Maya tidak yakin bisa menahannya.Tubuh Maya sudah setengah mati melemas, keringat membasahi tengkuk dan punggungnya. Tapi Karyo tidak melembut—ritmenya justru semakin konsisten, dorongan pinggulnya mantap dari belakang, sesekali pantatnya menampar lembut bokong Maya, membuat kasur bergeser pelan: krek, krek, krek. Di antara napas berat, Karyo menunduk, menggigit telinga Maya pelan. “Denger nggak, Ma? Suara basahnya, suara tubuh Mama sendiri…”Maya menggigit bantal lebih keras, berusaha menahan suara. Tapi keluhannya tetap bocor: suara ngeces dari sela-sela tubuh mereka, jari Karyo yang kini bermain di klitoris sembari terus menekan ke dalam—cairan Maya bercampur dengan sisa sperma yang menetes dari tadi, membuat setiap gerak Karyo m
Last Updated : 2025-12-04 Read more