Irwan membungkuk, mengecup leher Maya, menggigitnya pelan. Maya merasakan darahnya berdesir, sensasi yang hampir terlupa. "Hmmmh... lagi dong," pintanya, tangannya mencengkeram rambut Irwan, mendorongnya lebih dekat.Tangan Irwan bergerak naik, menemukan payudara Maya yang kini lebih besar karena kehamilan. "Kamu cantik banget," bisiknya, "lebih cantik dari sebelumnya."Maya merintih saat Irwan meremas dadanya, ibu jarinya menggosok puting yang mengeras. Kehamilan membuatnya jauh lebih sensitif. "Aduh, Wan... pelan-pelan dong," pintanya, tapi tangannya justru mendorong tangan Irwan lebih kuat ke dadanya.Irwan menyeringai, menurunkan bibirnya ke dada Maya, menggantikan jarinya dengan lidahnya. Maya melengkungkan punggungnya, merasakan lidah Irwan melingkari putingnya yang menghitam dan membesar akibat kehamilan."Ahh... aduh... enak banget..." Maya memejamkan mata, kepalanya terlempar ke belakang. Irwan menggerakk
Terakhir Diperbarui : 2026-01-09 Baca selengkapnya