Keheningan nyaman melingkupi mereka, berbeda dari ketegangan beberapa menit lalu. Ratih menyandarkan kepalanya di dada Karyo, mendengarkan detak jantungnya yang kini berdetak teratur."Urusan... obat kuwi, sampeyan kudu janji ora bakal ngombe tanpa aku nang cedhakmu," bisik Ratih. "Aku wedi, Mas. Aku wedi sampeyan kesurupan maneh." (Urusan... obat itu, kamu harus janji tidak akan minum tanpa aku di dekatmu. Aku takut, Mas. Aku takut kamu kesurupan lagi.)"Aku janji," Karyo mengangguk. "Tak takerne sak kuat-kuatku. Nek wis ora tahan, kowe kudu siap nulungi aku." (Aku janji. Aku akan tahan sekuat-kuatku. Kalau sudah tidak tahan, kamu harus siap tolong aku)"Iyo, Mas." Ratih mengangguk lemah, mengantuk setelah kelelahan fisik yang intens. "Kanggo Dani...""Kanggo Dani," ulang Karyo, mencium puncak kepala Ratih.Dalam keheningan yang menyelimuti kamar tamu itu, keduanya berbaring bersisian, memikirkan masa
Terakhir Diperbarui : 2026-01-14 Baca selengkapnya