Perlahan, dengan tangan yang sedikit gemetar namun terkendali, dia mulai melepaskan pakaian Ratih. Daster sederhana itu tersingkap, mengungkap kulit sawo matang yang selalu menjadi rumahnya. Tapi kini, di bawah pengaruh jamu, setiap inci kulit itu seperti peta baru yang harus dia jelajahi."Sampeyan tetep ngati-ati, yo, Mas," bisik Ratih, suaranya bergetar antara takut dan gairah. (Kamu tetap hati-hati, ya, Mas.)Karyo mengangguk, tapi matanya sudah berkabut. Dia mendorong Ratih ke ranjang, tubuhnya yang berotot menutupi tubuh mungil istrinya. Bibirnya menuruni leher Ratih, meninggalkan jejak basah dan panas. Tangannya bergerak liar, meremas dan mengeksplorasi dengan intensitas yang tidak biasa."Karyo... alon-alon..." Ratih mencoba memperingatkan, suaranya terputus saat Karyo menarik turun dasternya sepenuhnya, mengekspos dadanya yang tidak besar namun kencang. (Karyo... pelan-pelan...)Tapi Karyo sudah terlalu j
Last Updated : 2026-01-06 Read more