“Lihat sikapmu itu, Samantha!” tunjuk Eliza, wajahnya merah padam akibat Samantha menyebutnya sebagai ‘perempuan tanpa harga diri’. “Kamu pikir kamu siapa? Jangan hanya karena kamu sedang dibela banyak orang sekarang kamu bisa bersikap angkuh!” “Berhentilah berteriak, Eli,” pinta Samantha, menjaga nada bicaranya bicaranya agar tak terprovokasi. “Aku khawatir urat di lehermu akan putus kalau kamu berteriak terus.” “Apa?!” Samantha selangkah maju, senyumnya masih terkembang saat ia berujar, “Mungkin sekarang kamu masih belum melihat. Tapi nanti kamu akan tahu seperti apa Erick yang sebenarnya. Saat itu terjadi, aku harap kamu mengingat dengan baik bahwa yang kamu rebut dariku itu hanyalah sampah. Dan terima kasih sudah mengambil sampah dariku.” “Kamu—“ Bibir Eliza hanya bergerak-gerak, banyak kata yang tertahan dan tak mampu ia ucapkan. “Nona Samantha,” panggil suara seorang pria dari belakang Samantha. Chef Mason, pria itu mengisyaratkan agar Samantha kembali ke depan deng
Terakhir Diperbarui : 2025-08-19 Baca selengkapnya