LOGINSamantha Celestine merasa pernikahan ini hanya memberinya luka sejak sang suami berubah dan tak lagi menginginkannya. Demi pengobatan putrinya, ia bertahan dalam keretakan itu. Suatu malam, sebuah pesta mengantarnya terjebak di ranjang panas Damien Morgan, tuan muda keluarga Frost. Pria itu menyentuh Samantha dengan cara yang berbeda, menghidupkan kembali gairahnya yang telah lama mati. Meski mereka sepakat untuk melupakannya dan mengubur rahasia itu, tapi bagaimana jadinya jika keadaan membuat mereka terus saja bertemu? IG @almiftiafay
View MoreSamantha menggenggam erat tangan Damien kala peluh menetes di keningnya. Rasanya tidak sesakit saat ia melahirkan kembar tiga dulu, ia yang sekarang lebih tenang. Damien tersenyum padanya dan berbisik, “Sebentar lagi kita akan bertemu dengan si kecil. Semangat, Sayangku ....” Satu dorongan lagi, begitu aba-aba yang didengarkan dari dokter wanita yang menangani persalinan Samantha. Saat suara tangisan bayi terdengar nyaring, kelegaan yang hebat memenuhi lubuk hatinya. Damien memeluknya dengan erat. Dekapan yang hangat dan kecupan yang manis. “Terima kasih, Samantha ....” bisik Damien, getar suaranya menandakan ia juga sedang menahan haru. “Bayinya laki-laki, selamat Nona Samantha dan Tuan Damien.” Seperti tahu apa yang harus dilakukan oleh para perawat untuk mengurus bayi dan juga Samantha, Damien lebih dulu meninggalkan kamar setelah berpamitan. Hanya berselang sebentar sebelum bayi mungil itu diserahkan pada Samantha yang lebih dulu berganti pakaian sehingga kini ia
Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka. Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi? Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella. Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak. Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H. Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi. Ia berjalan menuju ke ruang tamu, henda
Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari. Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah. Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid. Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga. Ekspresi Damien? Hm .... Bagaimana Samantha harus menggambarkannya? Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki. 'Kamu dan Maureen akan punya banyak pri
Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore