“Akhirnya datang juga,” raja Mulu, Garu, Samhu, Raja Kancradaka tersenyum lebar.“Hihihi, Hore ada ayah,” Anjeli berlompatan kegirangan.“Hehehe, itu baru ayah Jinggo,” bocah kecil bertubuh buntal terkekeh.“Kanda,” wajah Putri Shalya merona merah.“Cih! Selalu terlambat. Dasar bodoh!” maki Asgar.“Kwii, kwii,” Limo berteriak menyapa Lintang.“Ayah,” pangeran Arundia tidak pernah habis mengagumi Lintang.Hingga beberapa waktu kemudian, sebuah pancaran cahaya terang tiba-tiba memenuhi seluruh langit, membuat Nawadurja dan seluruh pasukannya berhamburan mundur menjauh.Sedangkan semua pasukan aliansi manusia memejamkan mata karena cahaya di langit terlalu terang.Hanya rombongan Galuh yang masih dapat melihat apa yang Lintang lakukan, dimana pemuda biru tersebut, menyerap kedua serangan maha dahsyat ke dalam tubuhnya.“Mu-mustahil!” Kala Pati menelan ludah tidak percaya dengan apa yang dia saksikan.Sedangkan Galuh tersenyum lebar merasa bangga kepada putranya.“Be-berengsek, sudah samp
Terakhir Diperbarui : 2025-12-31 Baca selengkapnya