“Kita harus segera menemui pemimpin alam ini ayah, maafkan aku. Aku terlalu larut dalam rasa kehilangan,” ungkap Lintang tiba-tiba membuat Galuh tersenyum senang.“Kau telah kembali nak, baguslah! Kami semua juga mengerti perasaanmu, jadi jangan kau pikirkan,” Galuh membantu membangkitkan tubuh Lintang dan memeluknya.“Ayah!”Anjeli, Jinggo, dan Pangeran Arundia yang menyaksikan hal itu sontak berbinar.Begitu pula dengan putri Shalya, dia tersenyum haru sembari menitikan air mata.“Tuan,” mayang juga turut ikut menangis bahagia.Sedangkan Asgar, Limo, Samhu, Raja Kancradaka, Garu, Raja Mulu, dan Kala Pati serentak berdiri.“Hahaha, akhirnya kita akan melanjutkan perjalanan,” Asgar tertawa kegirangan.“Krrrrr,” angguk Raja Kancradaka menanggapi.“Cepatlah bersihkan dirimu terlebih dahulu putraku, biar kami yang membereskan semua kekacauan di tempat ini,” tutur Galuh sembari melepaskan pelukannya.“Hmmmm!” angguk Lintang patuh.Selanjutnya, Lintang menghilang dari pandangan.Dia memasu
Terakhir Diperbarui : 2025-12-29 Baca selengkapnya