Beberapa hari berlalu sejak dua garis itu muncul di tangannya, dua garis yang mengubah hidupnya. Dan selama itu pula Kayla menyimpan semuanya rapat-rapat seorang diri. Ia tetap sekolah, tetap pulang seperti biasa, tetap makan bersama keluarga… tapi hatinya terasa seperti diikat erat dan ditarik dari berbagai arah.Setiap pagi ia muntah, tapi ia selalu berbohong, bilang masuk angin, bilang kurang tidur, bilang kecapekan.Malam itu, mereka bertiga sedang duduk di ruang makan. Lampu gantung menerangi wajah Marsha yang selalu lembut, dan Miko yang ceria seperti biasanya. Kayla duduk di antara mereka, diam, tangan bergetar di bawah meja. Marsha memperhatikan anaknya sejak tadi. Ada sesuatu yang berubah.Tatapan Kayla kosong, makannya tidak habis, dan senyumnya selalu dipaksakan.Akhirnya Marsha meletakkan sendoknya, menatap Kayla dengan kekhawatiran yang tak bisa ia sembunyikan.“Sayang, kamu kenapa? Akhir-akhir ini Mama lihat kamu murung?” tanya Marsha pelan namun penuh ketegasan seora
Last Updated : 2026-01-12 Read more