Malam itu rumah sakit terasa seperti kuburan, sunyi, dingin, dan penuh bayang-bayang.Jam dinding menunjukkan hampir pukul dua pagi. Lampu remang menerangi ruang VIP, menyisakan sudut-sudut gelap yang menambah kesan mencekam.Miko yang tidur meringkuk di sofa kecil, masih memakai jaket tipis, terbangun oleh suara lirih yang bergetar.Awalnya hanya gumaman pelan. Tapi kemudian, “Maafin Kayla, Mama, Papa, Kayla salah, Kayla jahat, maafin Kayla, ”Suara itu pecah, ketakutan, seperti seseorang yang sedang ditarik kembali ke dalam lubang gelap dari masa lalu.Miko langsung membuka mata, tubuhnya menegang.Kepala Kayla bergerak tak tenang di atas bantal, wajahnya pucat dan penuh keringat dingin.Jari-jarinya mencengkeram selimut begitu keras hingga buku-bukunya memutih.“Kayla?” Miko duduk tegak, napasnya tercekat.“Jangan! Gak mau! Maafin Kayla! Ampunn!!!” Teriaknya mengiris malam, membuat bulu kuduk Miko meremang.Ia langsung melompat dar
Last Updated : 2026-01-17 Read more