Malam semakin larut.Hujan kembali turun, kali ini lebih pelan, seperti bisikan yang tidak ingin didengar siapa pun.Leo masih duduk di tepi ranjang, menatap Clarissa yang terlelap. Wajah gadis itu terlihat damai, namun garis lelah samar masih tertinggal di sana. Leo mengangkat tangan, mengusap rambut Clarissa perlahan, nyaris tanpa sentuhan."Tidurlah yang nyenyak sayang. Ku harap, mimpi buruk itu tidak hadir lagi," bisiknya, lalu ia kembali memberikan kecupan penuh kasih sayang di kening Clarissa. Kecupan nya lama, sangat lama. Ponsel di dalam sakunya bergetar.Barulah Leo menjauhkan wajahnya dari gadis cantik itu. Leo mulai berdiri pelan agar tidak membangunkan Clarissa, lalu ia melangkah ke sudut kamar.Nama Gio muncul di layar."Ada apa?" suara Leo rendah, nyaris berbisik."Tuan," jawab Gio cepat, "kami menemukan sumber pesan ke ponsel Nona Clarissa."Leo menegang. "Lokasi?""Pinggir kota. Dekat danau. Rumah tua yang pernah kita bahas."Rahang Leo mengeras. "Arsen?""Ya. Tapi
Last Updated : 2026-01-30 Read more