Leo menggendong Clarissa menuju sofa dengan hati-hati.Ia mendudukkan gadis itu, lalu berlutut di depannya, menatap wajah pucat yang masih gemetar."Kamu harus istirahat," katanya tegas namun lembut. "Kepalamu belum siap menerima semuanya sekaligus."Clarissa menggeleng pelan. "Aku tidak ingin terus hidup seperti ini, Leo. Setiap hari ada potongan ingatan yang datang… tapi tidak pernah utuh. Rasanya seperti disiksa."Leo mengepalkan tangannya sesaat, lalu mengendurkannya kembali."Clarissa, dengarkan aku baik-baik." Suaranya lebih rendah, penuh tekanan. "Kamu tidak mengenalku di masa lalu. Kita bertemu setelah kamu melihat kejadian itu. Aku tidak pernah ada di masa lalumu. Yang ada di sana hanya Arsen… dan Raya. Aku berharap kamu tidak kembali seperti dulu, sebelum kamu mengenalku."Clarissa menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa kamu berbicara seperti itu, Leo? Kamu mau aku tersiksa?""Tidak, sayang." Leo menggeleng. "Aku ingin kamu seperti Clarissa yang aku kenal lagi, bukan C
Last Updated : 2026-02-01 Read more