Malam semakin larut.Lampu kamar hanya menyala temaram, menciptakan bayangan panjang di dinding. Clarissa masih berada dalam pelukan Leo. Pijatan di pelipisnya sudah berhenti, tapi tangan pria itu belum juga menjauh. Seolah jika ia melepaskan, sesuatu yang berharga akan menghilang."Kamu harus istirahat," ujar Leo akhirnya. Suaranya rendah, tenang, tapi tetap penuh tekanan yang tak kasat mata.Clarissa membuka mata. Ia menoleh sedikit, menatap wajah Leo yang hanya berjarak beberapa sentimeter. Tatapan itu, selalu sama, terlalu dalam, terlalu menguasai."Kamu ikut tidur?" tanya Clarissa lirih.Leo tidak langsung menjawab. Ia menyingkirkan rambut Clarissa ke belakang telinganya, lalu mengecup keningnya lama. Terlalu lama untuk sekadar gestur manis."Aku di sini," katanya singkat. "Itu saja yang perlu kamu tahu."Clarissa tidak membantah. Ia berbaring, punggungnya menghadap Leo. Namun tak sampai satu detik, tubuhnya kembali ditarik ke belakang. Leo memeluknya dari belakang, lengannya mel
Last Updated : 2026-01-21 Read more