Clarissa terbaring dengan selang oksigen, infus, alat monitor. Wajahnya pucat seperti kertas, bibirnya tak lagi merah. Dadanya naik turun sangat pelan. Leo berdiri di samping ranjangnya. Perlahan, ia duduk di kursi, lalu menggenggam tangan Clarissa yang dingin. "Clarissa,,, aku yakin kamu pasti kuat." Lirih Leo sembari menatap wajah sang kekasih yang nampak pucat, seperti mayar hidup. "Sayang... Perjalanan kita masih panjang, kau harus sadar. Kau sudah berjanji, akan menemaniku sampai tua nanti. Aku harap kau menepati janjimu padaku." Leo menunduk, menyentuhkan keningnya ke tangan Clarissa. "Bangunlah, sayang… kumohon bangun." Air matanya jatuh di sela jari tangan Clarissa. "Selama kamu tetap hidup… apapun aku akan lakukan. Jadi, ku mohon.... Bangunlah, sayang." Monitor jantung Clarissa berdetak stabil tapi lemah. Leo menatap wajahnya lama sekali. "Clarissa… jangan buat aku merasa seperti orang gila. Kamu harus bangun dan hidup bersamaku. Tepati janjimu, baby."
最終更新日 : 2025-12-18 続きを読む