Malam merayap pelan, menekan rumah itu dengan sunyi yang berat. Clarissa tak segera terlelap. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan tatapan Leo kembali hadir, gelap, posesif, dan terlalu jujur untuk diabaikan. Napasnya naik turun tak teratur, seolah ada tangan tak terlihat yang menggenggam dadanya dari dalam.Di luar kamar, Leo membuka mata. Ia berdiri tegak, seperti penjaga yang tak pernah tidur. Ponselnya bergetar singkat. Satu pesan masuk.Gio: Perimeter aman. Tidak ada pergerakan mencurigakan. Tapi ada jejak baru, orang luar sempat mengintai sebelum fajar.Leo membalas cepat. Perketat. Satu langkah lagi, aku habisi.Ia menyimpan ponsel, rahangnya mengeras. Nama Clarissa kembali berputar di kepalanya, bukan sebagai doa, melainkan sumpah. Ia menoleh ke pintu kamar itu, seolah bisa menembus kayu dan kunci, memastikan napas gadis itu masih ada, masih di bawah jangkauannya.Clarissa bangkit perlahan, berjalan mendekat ke pintu. Tangannya berhenti tepat sebelum gagang. Ia ragu, anta
最終更新日 : 2026-01-01 続きを読む