“Asher! Apa yang kau lakukan?! Kau sudah tidak waras, hah?!” bentak Adeline dengan napas memburu, dan menatap tajam Asher yang mengemudi mobil seperti orang tak memiliki akal sehat. Bayangkan saja, dia sampai harus mencengkeram sabuk pengaman, akibat mantan suaminya itu melaju dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatan.Asher sama sekali tidak menggubris bentakan itu. Pria di balik kemudi tersebut justru semakin menancap gas, seolah sengaja menantang maut. Namun, Adeline tahu betul—meskipun Asher sedang dikuasai amarah, pria itu bukan pengemudi bodoh. Dia sangat menguasai kendali, yang justru membuat Adeline makin frustrasi karena merasa dipermainkan dalam situasi berbahaya ini.Mata Adeline menyalang tajam, dadanya naik-turun menahan gejolak emosi. Seandainya saja bisa, detik ini juga ia akan melompat keluar dari mobil. Namun akal sehatnya menahan, dalam kecepatan setinggi ini, tindakan nekat itu justru menjadi tiket langsung menuju maut. Bukan karena dia tidak takut mati, m
Ler mais