Pikiran Adeline melayang jauh, mengabaikan pemandangan ibu kota yang mulai sibuk bergeser di balik kaca jendela mobil. Wanita itu tak benar-benar fokus. Sepanjang perjalanan menuju lokasi syuting, dia terus melamun, membiarkan bayang-bayang kejadian kemarin malam kembali berputar di kepalanya. Sementara itu, Nora yang sedang memegang kendali setir, beberapa kali melirik Adeline lewat ekor matanya. Tatapan itu menyiratkan pemahaman yang mendalam—Nora sangat tahu persis ada beban berat yang tengah menghimpit pikiran sahabatnya itu.Suara deru mesin mobil berpadu dengan keheningan sesaat di kabin, sebelum akhirnya Nora membuka suara.“Kemarin kau sudah beristirahat cukup lama. Tolong hari ini kau fokus, Adeline. Aku tidak mau sampai orang-orang di lokasi syuting, terutama kru dan sutradara, menyadari ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu,” ucap Nora mengingatkan, nada suaranya tegas tapi menyiratkan kepedulian.Mendengar itu, Adeline menarik napas dalam-dalam, meresapi udara sejuk
Ler mais