“Ya Tuhan, Adeline, kau dari mana saja? Kau tahu? Kau membuatku jantungan.” Nora yang sejak tadi sudah mondar-mandir gelisah di dalam ruang istirahat, akhirnya bisa bernapas lega di kala melihat kemunculan Adeline. Sungguh, jika Adeline masih belum muncul dalam lima menit ke depan, sudah pasti dia akan dilanda kepusingan hebat menghadapi rentetan pertanyaan orang-orang, membayangkan saja dia sudah dibuat pusing luar biasa.Adeline mendesah kasar, menghempaskan bokongnya dengan lelah ke atas sofa beludru yang warnanya mulai pudar. Tanpa membuang waktu, dia meraih botol mineral water yang ada di atas meja dan langsung menenggaknya hingga tandas setengah. “Pria itu sudah tidak waras, Nora. Kau tahu? Aku sudah muak sekali dengannya.”Nora segera duduk di samping Adeline, menoleh tajam menatap sahabat sekaligus rekan kerjanya itu dengan sorot mata penuh peringatan. “Jujur, tindakan Asher kali ini cukup gegabah dan membuat banyak orang di mulai curiga. Tapi, kumohon, kau harus tetap tenang
Ler mais