Anjani menunduk dalam, dia seperti terdakwa yang menunggu dijatuhi hukuman. Kedua tangannya saling meremas di atas pangkuan. Jantungnya berdebar cemas. “Anjani," panggil Ayah Panji. "Apa Farhan tidak baik padamu?" Dia tahu betul sifat menantunya. Anjani tidak akan menggugat cerai jika Farhan bersikap baik. Anjani menatap Ayah mertua dengan mata berkaca. Melihat raut kecewa Ayah Panji membuat hatinya sakit. "Maafkan Anjani, Ayah." Lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan isi hatinya. Ayah Panji mengalihkan tatapannya pada Farhan. Tatapannya menghunus tajam. "Ayah kecewa denganmu, Farhan! Anjani istri yang baik! Kenapa kamu tidak bisa memperlakukannya dengan baik?!" Farhan menunduk dalam, dadanya bergemuruh marah. Bercerai dari Anjani tidak pernah terlintas dalam benaknya. "Aku tidak pernah menyetujui perceraian ini!" Ayah Panji menghela napas. Dia bisa melihat wajah tertekan Anjani. Dari pertama datang ke rumah ini, dia sudah bisa melihat hubungan keduanya tak seperti suami
Last Updated : 2025-11-05 Read more