Jantung Clarissa terasa mau copot. Betapa tidak, ia berusaha keluar masuk dari istana lewat lorong rahasia, tahu-tahu ibunya sudah menyambutnya dengan tatapan curiga. “Dari mana malam begini? Seorang putri berkeliaran? Keluar istana?” Ratu Seraphina mendekat. Tatapannya bak bilah pisau yang tajam, mengamati setiap detail penampilannya putrinya. Gaun yang dipakai adalah gaun dayang. Rambutnya dibiarkan tergerai. Penampilannya jauh dari kata anggun seorang putri yang terbiasa tampil cantik, rapi dan mahal. Tatapan wanita itu turun pada sepatu yang dipakai putrinya. Sepatunya kotor. Pertanda dia baru saja pulang dari luar istana.Menyadari tatapan ibunya yang seakan mengulitinya hidup-hidup, Clarissa berusaha tenang, memasang wajah penuh sandiwara. “Ibu, aku baru saja pulang dari biara.”Alis Ratu Seraphina terangkat, jelas tak puas dengan jawaban Clarissa. Ia meragukan jawabannya. Ada gesture dusta yang tercetak jelas di matanya. “Ibu, aku berdoa di biara. Oh, ya, maaf aku berangkat
Last Updated : 2025-12-03 Read more