Siang itu balairung istana Ravensel tampak sepi. Ana berjalan bolak balik di sana, menunggu kedatangan ayahnya. Ia mendengar dari suaminya, Rowan dijemput oleh pasukan khusus. “Yang Mulia, berhati-hatilah! Anda tidak boleh berjalan bolak-balik. Nanti kecapean. Anda kan sedang hamil.” Inez memperingati Ana. Sedari tadi ia memperhatikan Ana yang sedang gelisah, menanti kedatangan ayahnya—yang tak kunjung datang. Ana menoleh cepat, matanya menajam. Bahkan untuk urusan hal kecil, semenjak hamil, ia cepat emosi. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit bahagia. Perasaan seperti roda kereta yang berputar. Ada saatnya di atas dan ada saatnya di bawah. “Aku tahu, Inez. Aku baik-baik saja. Aku hanya mengecek apakah ayahku sudah tiba di halaman istana atau belum,” lanjutnya dengan gelisah. Baru saja ia bicara, sekonyong-konyong ia sudah berjalan mendekati jendela besar, mengintip ke luar halaman istana.Matanya mengerjap ketika mendengar suara lonceng istana berbunyi. Istana kedatangan tamu is
Last Updated : 2025-11-29 Read more